Minggu, 12 Mei 2013

Precious





Tidak  terasa.. ternyata sudah kurang-lebih 3 tahun menjadi salah satu siswi di Sekolah Ananda. Banyak hal yang didapat, mungkin semua teman-teman dari sekolah lain pun sama-sama mendapatkan banyak pelajaran dan pengalaman di sekolah masing-masing. Tapi yang sangat special dan berbeda dari sekolah Ananda adalah, di sekolah Ananda yang walaupun mayoritas beragama Buddha atau kebanyakan adalah anak keturunan Tionghoa, tapi tidak sedikit pula yang beragama Kristen, Katolik, Muslim dan Hindu. Anak turunan Ambon, Jawa, Betawi, semua ada di Ananda. Kita semua rukun,satu dan saling menghargai satu sama lain.

Contohnya, setiap hari doa sebelum mulai atau sebelum pulang sekolah, yang walaupun saat doa menggunakan doa dalam agama Buddha (Namakhara Pattha), tapi para siswa tidak dipaksa atau tetap berdoa sesuai agama dan kepercayaannya masing-masing. Lalu, setiap hari jumat mulai dari jam 11:15 kegiatan belajar dihentikan, kami siswa/i sekolah diberi waktu dan kesempatan untuk tetap beribadah sesuai agama masing-masing. Yang beragama Buddha ada Puja Bhakti (kebaktian) di Aula Wihara, yang Kristen / Katolik ada ibadah di ruang kelas, yang Muslim sholat di Masjid. Sampai jam 12:45 lalu mulai belajar seperti biasa lagi.

Dan yang uniknya lagi, dekorasi sekolah selalu Up-to-date. Misalnya saat menjelang Imlek dekorasinya ada pohon angpao, sepanjang koridor-koridor ada lampion, saat menjelang Natal dekorasinya suasana Natal, demikian pula saat Lebaran.

Jadi sangatlah pantas kalau sekolah Ananda disebut sebagai “Sekolah Pembauran”.

 Ya itu sedikit gambaran tentang sekolah yang sangat saya kagumi..


Mungkin 3 tahun lalu sebagian dari teman-teman saya masih ragu untuk menjadi siswa/i SMK ANANDA, tapi tidak bagi saya. Saat itu kedua orang tua saya menginginkan saya masuk SMA Negeri pilihan mereka, saya didaftarkan di SMA Negeri pilihan mereka, tapi tetap saya hanya ingin menjadi siswi beralmamater SMK ANANDA. Saya mendaftarkan sendiri diri saya ke sekolah dengan restu yang ganjil. Mengurus adm sampai selesai ke sekolah sendiri, yang dimana jarak sekolah dengan rumah adalah 1 jam lebih perjalanan menggunakan angkutan umum. Setiap hari saya bangun pagi menyiapkan bekal, pukul 05:40 mungkin teman-teman saya yang lain masih nyaman dengan bantal dan guling, tapi saya sudah duduk manis di dalam angkutan umum. Tapi, saya tidak pernah merasa menyesal.


Sekarang saya akan berbagi sedikit cerita selama kelas 1 – 3 di Ananda. Kebetulan saat tes masuk saya pilih jurusan Akuntansi dan Tekhnik Komputer Jaringan,  tapi hasil tes membawa saya masuk kedalam kelas 10 Akuntansi 2 (kelas Akuntansi ada 2 saat itu <2010> , dengan 1 kelas Pemasaran dan 1 kelas TKJ).


Awalnya berhubung saya adalah anak yang terbilang pendiam dan lebih suka memperhatikan orang lain, jadi saat itu bertemanpun hanya dengan beberapa orang saja. Lama-lama kami saling kenal satu sama lain. Dikelas 1 ini prestasi saya dalam belajar menduduki peringkat 2 dikelas dan mengikuti beberapa lomba Agama. Walikelas saya seorang Wanita cantik mengajar Matematika, Renny Purba. Beliau salah satu guru yang ditakuti kami hehe, bukan karena galak, mungkin lebih tepatnya sangat tegas. Membuat kelas kami menjadi kelas favorit saat itu karena anaknya yang “Tenang”. Tapi Bu Renny ini ternyata sangat baik dan seru diajak foto, hehehehe.


Di kelas 2, tanpa resuffel student a.k.a dengan teman-teman yang sama seperti kelas 1, karakter saya mulai banyak diketahui teman-teman saya. Teman-teman saya bilang, saya itu Dewasa, baik, cuek, pintar, tegas dan mandiri. Sehingga saya dipercayai teman-teman menjadi ketua kelas di kelas 2. Prestasi saya di kelas 2 saya berhasil menduduki peringkat 3 di kelas, juara 4 ekonomi bersama Diana dan Randy, dan juga tetap mengikuti beberapa lomba agama. Walikelas di kelas 2 seorang guru yang mengajar pelajaran Pajak dan bahasa Sunda, Sulastri. Bu Sulastri ini sangat baik, perhatian, sabar, pengertian dan cantik. Saya selalu berusaha menjadi anak yang baik, penurut dan dapat dipercaya oleh beliau, karena saya sangat merasakan tulus dan kasih sayang beliau seperti ibu kandung. Dan yang tak terlupa di kelas 2 ini ada suatu kejadian dimana membaut saya sangat berhati-hati dalam berteman, membuat saya lebih mengintrofeksi diri, lebih sabar, dan belajar untuk tidak membenci. Kejadian ini memberi pelajaran kepada saya, bahwa orang yang sering beribadah belum tentu orang yang berhati dan berprilaku baik. Dan membuat saya mengerti mengapa adanya pepatah “FITNAH LEBIH KEJAM DARI PEMBUNUHAN”.  


Berlanjut di kelas 3. Walikelas saya bernama Vita Yuliyanti, seorang guru bahasa inggris. Cantik, imut, minimalis, ibu dengan 2 orang putri. Beliau baik, perhatian, simpatik, sabar, gaul hehe.. sama seperti di kelas 2, saya selalu berusaha menjadi siswi yang dapat dipercaya, berprestasi dan selalu ingin menjadi “front line student”. Di kelas 2 ini posisi saya di kelas menjabat sebagai Bendahara di dampingi sahabat tersayang saya “Rosana”. Di kelas 3 saya meraih peringkat 2, juara 3 lomba KTI dan mengikuti beberapa lomba agama tentunya.

Selain itu, masih ada beberapa cerita dan sosok Guru yang tak terlupakan. Mulai dari pengalaman saya yang Move-on dari Bahasa Jepang. Di sekolah ada pelajaran bahasa jepang. Sewaktu kelas 1, saya ingat nilai ulangan harian bahasa jepang saya, dimana materi yang di uji ulangkan adalah mengenai angka-angka dan telepon. Saat ulangan saya duduk di barisan paling belakang dengan nilai ulangan harian “1” (SATU). Betapa malunya saya dengan nilai saya karena pada saat itu hanya saya dan teman saya Rulita yang mendapat nilai “1”. Sejak saat itu saya tidak mau lagi duduk di belakang dan bahasa jepang menjadi pelajaran yang saya tekuni, sampai akhirnya saya mendapat image siswi yang terbilang Bagus dalam pelajaran bahasa jepang, dengan nilai harian dan ulangan yang bagus, dari nilai “1” saya Move-on ke nilai “9”.


selanjutnya... beliau yang telah membantu saya mengembangkan bakat dan sesuatu yang memang sangat saya sukai, menulis. beliau adalah guru Bahasa Indonesia saya, Pak Yuli. sejujurnya, saya mengakui bahwa saya merupakan salah satu dari murid Beliau yang terbilang susah diatur. Saya beserta teman2 yang lain sering kali keras kepala dan menyepelekan pelajaran tersebut. Jika suatu saat Beliau membaca ini, "Saya mohon maaf atas perilaku saya dan teman2 yang sekiranya (mungkin) membuat Bapak kesal, jengkel dan pusing(hehe), dan terima kasih atas kesabaran dan semua ilmu yamg telah Bapak berikan kepada saya dan teman2 saya" 

 Lalu salah satu sosok guru yang sangat saya sayang ialah guru agama saya, Bu Wiyatmi. Bermula dari kelasi 1, jam pelajaran pertama hari senin hari pertama saya belajar sebagai siswi Ananda. Belajar agama Buddha yang saat itu materinya adalah tentang ikatan karma kehidupan masa lalu dengan kehidupan saat ini. Saat itu saya merasa sangat kenal dan dekat sekali dengan guru agama saya dimana pada saat itu saya dan beliau belum pernah bertemu sebelumnya , lalu saat penyampaian materi beliau berkata bahwa beliau memiliki perasaan dimana beliau merasa sangat dekat dan kenal dengan salah satu murid di kelas saya tapi beliau tidak menyebutkan siapa yang beliau maksud, sama seperti yang saya rasakan saat itu. Sampai saat saya benar-benar memberanikan diri saya untuk bercerita tentanga apa yang saya rasakan. Saat itu saat jam agama selesai dan kebaktian selesai, hanya saya dan beliau yang belum pergi meninggalkan Aula Wihara, saya berbicara kepada beliau tentang apa yang saya rasa dan ternyata begitupun dengan beliau, ternyata anak yang belaiau maksud adalah saya, Helen Febriyanti. Sejak saat itu, saya percaya dengan ikatan karma dan adanya kehidupan di masa lampau sebelum kehidupan saat ini. Beliau baik, perhatian, sabar dan selalu mendukung saya. Berbicara dan Berbagi cerita kepada beliau adalah hal yang sangat saya suka, tatapannya saat berbicara dan perkataannya yang selalu membuat saya tenang, akan selalu saya ingat untuk menuntun saya menjadi anak yang lebih baik.


dan tentunya masih banyak sosok guru yang telah menuntun,membimbing dan mengantarkan saya menjadi manusia yang mudah2n dewasa seutuhnya.


 Dari tulisan saya ini, saya benar2 merekomendasikan Sekolah Ananda. Inilah cerita saya bersama Keluarga Sekolah Ananda. Saya harap, anda juga mempunyai cerita Anda sendiri di Sekolah yang Anda sayangi. 



 Dan inilah 3 lagu yang sangat membuat saya teringat akan masa-masa di sekolah. 

 (1) GIVE ME FIVE - AKB48 
(in Bahasa) 

 Sakura yang beterbangan di jalan itu, 
Tak terasa sebentar lagi kita berpisah, 
Dan di sudut salah satu tembok sekolah, Semuanya membubuhkan nama tuk kenangan..

 seragam ini, 
tak lagi di pakai.. 
bersama dengan musim semi yg datang. 
Dan ketika waktu Bunga bunga pun gugur.. 
Kita 'kan memulai mimpi baru.. 

 Sahabat , 
Ku s'lalu percaya, 
Hari esok nanti, 
Pasti kan gemilang lagi.. 
Maka , kelulusan ini bukan sebuah akhir, 
Namun awal baru.. 
Sahabat , 
Perpisahan ini juga bukan akhir , 
dari pertemuan kita.. 
Pasti kita kan bertemu lagi, suatu hari..
 soro give me five! 

 Semua foto yg kita ambil bersama. 
Adalah tanda mata yg menghubungkan kita. 
Tawa dan juga pertengkaran yg tlah lewat.
 Juga tanda mata yg tak akan terlupakan. 

 dan semuanya... 
lihatlah kembali.. 
ruang kelas yg penuh dengan memori.. 
mungkin kini bersedih, karena harus berpisah, dan masa depan telah menanti.. 
tangisan , dari anak kecil tanda kehidupan saat m'reka di lahirkan.. banyak hal yg tlah terjadi dan membuat mereka , menjadi dewasa.. tangisan , yg kini keluar tanda bahagia atas kelulusan ini.. juga , tanda terima kasih untukmu sahabat 
soro give me five 
SOLO !!! 

 Sahabat , Ku s'lalu percaya Hari esok nanti Pasti kan gemilang lagi Maka , kelulusan ini bukan sebuah akhir, Namun awal baru.. 
Sahabat , Perpisahan ini juga bukan akhir , dari pertemuan kita.. Pasti kita kan berjumpa lagi suatu hari soro give me five ! 
------ 


 (2) 桜の栞 / Sakura no Shiori / Pembatas Buku Sakura - AKB48 

 Angin lembut musim semi Darimana berhembus Jalan yang biasa kulewati 'Tlah mulai berganti warna 
Kebahagian dan kesedihan Berlalu bersama musim 
Aku mulai melangkah Pada jalan yang baru

 Helai bunga sakura Penanda perpisahan 
Disaat tangan melambai-lambai 
Teringat wajah teman-teman 

 Helai bunga sakura 
Penanda air mata 
Supaya waktu berharga ini Sampai kapanpun Tak akan terlupakan 

 Bila menatap ke langit 
Aku menjadi tahu Panjang jalan yang luasnya Berlanjut jauh tiada berbatas 

Hari cerah pun, hari hujan pun Esok pasti akan datang 
Lalu sambil tersenyum Ayunkan satu langkah

 Helai bunga sakura Penanda masa depan Agar impian yang pernah terlihat 
Dapat kita ingat kembali 

 Helai bunga sakura Penanda harapan 
Dari pada menyerah percuma Mari kita membuka lembaran baru 
 Helai bunga sakura Penanda dari hati Cahaya masa muda berkilau Menembus daun menyilaukan 
 Helai bunga sakura Penanda hari itu 
Semua orang tak akan lupa Mimpi yang telah Mekar dengan sempurna 
 ------- 

 (3) 桜の花びらたち / Sakura no hanabira tachi / Kelopak bunga Sakura - AKB48 (in Bahasa) 

 Di dekat salah satu jendela tergantung sebuah kalendar 
menandakan waktu yang masih tersisa. 

Di dalam kelas kulihat semua teman-teman sekelasku, 
entah mengapa mereka, terlihat dewasa. 
Dengan masa depan masing-masing, kita memulai perjalanan kita. 
Dan di punggung kita terkembang sayap harapan.

 Setiap kali bunga sakura bermekaran, di suatu tempat lonceng harapan pun bergema. 
selalu percaya hari esok, kita melangkah dengan berani. 
setiap kali bunga sakura bermekaran, di suatu tempat seseorang tengah berdoa, untuk datangnya hari esok yang kita gapai dengan usaha kita sendiri. 

 ada kalanya kita bertengkar dan menangis bersama, namun sekarang kurindu semua itu. 
di saat suka maupun duka kita tlah lalui bersama. di setiap saatnya ku tak pernah sendiri. 

di dalam foto kelulusan kita, 
Kutunjukan senyumanku. 
namun di saat musim berganti, 
sayonara.... 

 setiap kali air mata menetes keluar, ku terus berjalan dan membiarkannya berjatuhan. 
kutarik napasku dalam-dalam dan melihat ke langit yang biru. 
 setiap kali air mata menetes keluar, mengingatkanku akan setiap memori terindah. dan juga impian di depan mataku dan bersama kita pasti bisa menggapainya.. 

 setiap kali bunga sakura bermekaran, di suatu tempat lonceng harapan pun bergema. selalu percaya hari esok.. kita melangkah dengan berani.. 
 setiap kali bunga sakura bermekaran, di suatu tempat seseorang tengah berdoa, untuk datangnya hari esok yang kita gapai dengan usaha kita sendiri.. 
 setiap kali air mata menetes keluar, ku terus berjalan dan membiarkannya berjatuhan. kutarik napasku dalam-dalam dan melihat ke langit yang biru ..
 setiap kali air mata menetes keluar, mengingatkanku akan setiap memori terindah dan juga impian di depan mataku dan bersama kita pasti bisa menggapainya...
















New Brand of Me

  Heloo.. it's been a long long time.. this place is kinda like my secret place, when my mouth can't say what i wanna say..ssshht ok...