Tidak terasa.. ternyata sudah kurang-lebih 3 tahun menjadi salah satu siswi di Sekolah Ananda. Banyak hal yang didapat, mungkin semua teman-teman dari sekolah lain pun sama-sama mendapatkan banyak pelajaran dan pengalaman di sekolah masing-masing. Tapi yang sangat special dan berbeda dari sekolah Ananda adalah, di sekolah Ananda yang walaupun mayoritas beragama Buddha atau kebanyakan adalah anak keturunan Tionghoa, tapi tidak sedikit pula yang beragama Kristen, Katolik, Muslim dan Hindu. Anak turunan Ambon, Jawa, Betawi, semua ada di Ananda. Kita semua rukun,satu dan saling menghargai satu sama lain.
Contohnya, setiap hari doa sebelum mulai atau
sebelum pulang sekolah, yang walaupun saat doa menggunakan doa dalam agama
Buddha (Namakhara Pattha), tapi para siswa tidak dipaksa atau tetap berdoa
sesuai agama dan kepercayaannya masing-masing. Lalu, setiap hari jumat mulai
dari jam 11:15 kegiatan belajar dihentikan, kami siswa/i sekolah diberi waktu
dan kesempatan untuk tetap beribadah sesuai agama masing-masing. Yang beragama
Buddha ada Puja Bhakti (kebaktian) di Aula Wihara, yang Kristen / Katolik ada
ibadah di ruang kelas, yang Muslim sholat di Masjid. Sampai jam 12:45 lalu
mulai belajar seperti biasa lagi.
Dan yang uniknya lagi, dekorasi sekolah selalu
Up-to-date. Misalnya saat menjelang Imlek dekorasinya ada pohon angpao,
sepanjang koridor-koridor ada lampion, saat menjelang Natal dekorasinya suasana
Natal, demikian pula saat Lebaran.
Jadi sangatlah pantas kalau sekolah Ananda
disebut sebagai “Sekolah Pembauran”.
Ya itu sedikit gambaran tentang sekolah
yang sangat saya kagumi..
Mungkin 3 tahun lalu sebagian dari teman-teman
saya masih ragu untuk menjadi siswa/i SMK ANANDA, tapi tidak bagi saya. Saat
itu kedua orang tua saya menginginkan saya masuk SMA Negeri pilihan mereka,
saya didaftarkan di SMA Negeri pilihan mereka, tapi tetap saya hanya ingin
menjadi siswi beralmamater SMK ANANDA. Saya mendaftarkan sendiri diri saya ke
sekolah dengan restu yang ganjil. Mengurus adm sampai selesai ke sekolah
sendiri, yang dimana jarak sekolah dengan rumah adalah 1 jam lebih perjalanan
menggunakan angkutan umum. Setiap hari saya bangun pagi menyiapkan bekal, pukul
05:40 mungkin teman-teman saya yang lain masih nyaman dengan bantal dan guling,
tapi saya sudah duduk manis di dalam angkutan umum. Tapi, saya tidak pernah
merasa menyesal.
Sekarang saya akan berbagi sedikit cerita
selama kelas 1 – 3 di Ananda. Kebetulan saat tes masuk saya pilih jurusan
Akuntansi dan Tekhnik Komputer Jaringan,
tapi hasil tes membawa saya masuk kedalam kelas 10 Akuntansi 2 (kelas
Akuntansi ada 2 saat itu <2010> , dengan 1 kelas Pemasaran dan 1 kelas TKJ).
Awalnya berhubung saya adalah anak yang
terbilang pendiam dan lebih suka memperhatikan orang lain, jadi saat itu
bertemanpun hanya dengan beberapa orang saja. Lama-lama kami saling kenal satu
sama lain. Dikelas 1 ini prestasi saya dalam belajar menduduki peringkat 2
dikelas dan mengikuti beberapa lomba Agama. Walikelas saya seorang Wanita
cantik mengajar Matematika, Renny Purba. Beliau salah satu guru yang ditakuti
kami hehe, bukan karena galak, mungkin lebih tepatnya sangat tegas. Membuat
kelas kami menjadi kelas favorit saat itu karena anaknya yang “Tenang”. Tapi Bu
Renny ini ternyata sangat baik dan seru diajak foto, hehehehe.
Di kelas 2, tanpa resuffel student a.k.a dengan
teman-teman yang sama seperti kelas 1, karakter saya mulai banyak diketahui
teman-teman saya. Teman-teman saya bilang, saya itu Dewasa, baik, cuek, pintar,
tegas dan mandiri. Sehingga saya dipercayai teman-teman menjadi ketua kelas di
kelas 2. Prestasi saya di kelas 2 saya berhasil menduduki peringkat 3 di kelas,
juara 4 ekonomi bersama Diana dan Randy, dan juga tetap mengikuti beberapa
lomba agama. Walikelas di kelas 2 seorang guru yang mengajar pelajaran Pajak
dan bahasa Sunda, Sulastri. Bu Sulastri ini sangat baik, perhatian, sabar,
pengertian dan cantik. Saya selalu berusaha menjadi anak yang baik, penurut dan
dapat dipercaya oleh beliau, karena saya sangat merasakan tulus dan kasih
sayang beliau seperti ibu kandung. Dan yang tak terlupa di kelas 2 ini ada
suatu kejadian dimana membaut saya sangat berhati-hati dalam berteman, membuat
saya lebih mengintrofeksi diri, lebih sabar, dan belajar untuk tidak membenci.
Kejadian ini memberi pelajaran kepada saya, bahwa orang yang sering beribadah
belum tentu orang yang berhati dan berprilaku baik. Dan membuat saya mengerti
mengapa adanya pepatah “FITNAH LEBIH KEJAM DARI PEMBUNUHAN”.
Berlanjut di kelas 3. Walikelas saya bernama
Vita Yuliyanti, seorang guru bahasa inggris. Cantik, imut, minimalis, ibu
dengan 2 orang putri. Beliau baik, perhatian, simpatik, sabar, gaul hehe.. sama
seperti di kelas 2, saya selalu berusaha menjadi siswi yang dapat dipercaya,
berprestasi dan selalu ingin menjadi “front line student”. Di kelas 2 ini
posisi saya di kelas menjabat sebagai Bendahara di dampingi sahabat tersayang
saya “Rosana”. Di kelas 3 saya meraih peringkat 2, juara 3 lomba KTI dan
mengikuti beberapa lomba agama tentunya.
Selain itu, masih ada beberapa cerita dan
sosok Guru yang tak terlupakan. Mulai dari pengalaman saya yang Move-on dari Bahasa Jepang. Di sekolah
ada pelajaran bahasa jepang. Sewaktu kelas 1, saya ingat nilai ulangan harian
bahasa jepang saya, dimana materi yang di uji ulangkan adalah mengenai
angka-angka dan telepon. Saat ulangan saya duduk di barisan paling belakang
dengan nilai ulangan harian “1” (SATU). Betapa malunya saya dengan nilai saya
karena pada saat itu hanya saya dan teman saya Rulita yang mendapat nilai “1”.
Sejak saat itu saya tidak mau lagi duduk di belakang dan bahasa jepang menjadi
pelajaran yang saya tekuni, sampai akhirnya saya mendapat image siswi yang
terbilang Bagus dalam pelajaran
bahasa jepang, dengan nilai harian dan ulangan yang bagus, dari nilai “1” saya Move-on ke nilai “9”.
selanjutnya...
beliau yang telah membantu saya mengembangkan bakat dan sesuatu yang memang sangat saya sukai, menulis. beliau adalah guru Bahasa Indonesia saya, Pak Yuli.
sejujurnya, saya mengakui bahwa saya merupakan salah satu dari murid Beliau yang terbilang susah diatur. Saya beserta teman2 yang lain sering kali keras kepala dan menyepelekan pelajaran tersebut. Jika suatu saat Beliau membaca ini, "Saya mohon maaf atas perilaku saya dan teman2 yang sekiranya (mungkin) membuat Bapak kesal, jengkel dan pusing(hehe), dan terima kasih atas kesabaran dan semua ilmu yamg telah Bapak berikan kepada saya dan teman2 saya"
Lalu salah satu sosok guru yang sangat saya sayang ialah guru agama saya, Bu Wiyatmi. Bermula dari kelasi 1, jam pelajaran pertama hari senin hari pertama saya belajar sebagai siswi Ananda. Belajar agama Buddha yang saat itu materinya adalah tentang ikatan karma kehidupan masa lalu dengan kehidupan saat ini. Saat itu saya merasa sangat kenal dan dekat sekali dengan guru agama saya dimana pada saat itu saya dan beliau belum pernah bertemu sebelumnya , lalu saat penyampaian materi beliau berkata bahwa beliau memiliki perasaan dimana beliau merasa sangat dekat dan kenal dengan salah satu murid di kelas saya tapi beliau tidak menyebutkan siapa yang beliau maksud, sama seperti yang saya rasakan saat itu. Sampai saat saya benar-benar memberanikan diri saya untuk bercerita tentanga apa yang saya rasakan. Saat itu saat jam agama selesai dan kebaktian selesai, hanya saya dan beliau yang belum pergi meninggalkan Aula Wihara, saya berbicara kepada beliau tentang apa yang saya rasa dan ternyata begitupun dengan beliau, ternyata anak yang belaiau maksud adalah saya, Helen Febriyanti. Sejak saat itu, saya percaya dengan ikatan karma dan adanya kehidupan di masa lampau sebelum kehidupan saat ini. Beliau baik, perhatian, sabar dan selalu mendukung saya. Berbicara dan Berbagi cerita kepada beliau adalah hal yang sangat saya suka, tatapannya saat berbicara dan perkataannya yang selalu membuat saya tenang, akan selalu saya ingat untuk menuntun saya menjadi anak yang lebih baik.

Lalu salah satu sosok guru yang sangat saya sayang ialah guru agama saya, Bu Wiyatmi. Bermula dari kelasi 1, jam pelajaran pertama hari senin hari pertama saya belajar sebagai siswi Ananda. Belajar agama Buddha yang saat itu materinya adalah tentang ikatan karma kehidupan masa lalu dengan kehidupan saat ini. Saat itu saya merasa sangat kenal dan dekat sekali dengan guru agama saya dimana pada saat itu saya dan beliau belum pernah bertemu sebelumnya , lalu saat penyampaian materi beliau berkata bahwa beliau memiliki perasaan dimana beliau merasa sangat dekat dan kenal dengan salah satu murid di kelas saya tapi beliau tidak menyebutkan siapa yang beliau maksud, sama seperti yang saya rasakan saat itu. Sampai saat saya benar-benar memberanikan diri saya untuk bercerita tentanga apa yang saya rasakan. Saat itu saat jam agama selesai dan kebaktian selesai, hanya saya dan beliau yang belum pergi meninggalkan Aula Wihara, saya berbicara kepada beliau tentang apa yang saya rasa dan ternyata begitupun dengan beliau, ternyata anak yang belaiau maksud adalah saya, Helen Febriyanti. Sejak saat itu, saya percaya dengan ikatan karma dan adanya kehidupan di masa lampau sebelum kehidupan saat ini. Beliau baik, perhatian, sabar dan selalu mendukung saya. Berbicara dan Berbagi cerita kepada beliau adalah hal yang sangat saya suka, tatapannya saat berbicara dan perkataannya yang selalu membuat saya tenang, akan selalu saya ingat untuk menuntun saya menjadi anak yang lebih baik.


Dari tulisan saya ini, saya benar2 merekomendasikan Sekolah Ananda. Inilah cerita saya bersama Keluarga Sekolah Ananda. Saya harap, anda juga mempunyai cerita Anda sendiri di Sekolah yang Anda sayangi.

Dan inilah 3 lagu yang sangat membuat saya teringat akan masa-masa di sekolah.
(1)
GIVE ME FIVE - AKB48
(in Bahasa)
Sakura yang beterbangan di
jalan itu,
Tak terasa sebentar lagi
kita berpisah,
Dan di sudut salah satu
tembok sekolah,
Semuanya membubuhkan nama
tuk kenangan..
seragam ini,
tak lagi di pakai..
bersama dengan musim semi
yg datang.
Dan ketika waktu Bunga bunga pun gugur..
Kita 'kan memulai mimpi
baru..
Sahabat ,
Ku s'lalu
percaya,
Hari esok nanti,
Pasti kan gemilang lagi..
Maka , kelulusan ini bukan
sebuah akhir,
Namun awal baru..
Sahabat ,
Perpisahan ini
juga bukan akhir ,
dari
pertemuan kita..
Pasti kita kan bertemu
lagi, suatu hari..
soro give me five!
Semua foto yg kita ambil
bersama.
Adalah tanda mata yg
menghubungkan kita.
Tawa dan juga pertengkaran
yg tlah lewat.
Juga tanda mata yg tak
akan terlupakan.
dan semuanya...
lihatlah kembali..
ruang kelas yg penuh
dengan memori..
mungkin kini bersedih,
karena harus berpisah,
dan masa depan telah
menanti..
tangisan , dari anak kecil
tanda kehidupan saat
m'reka di lahirkan..
banyak hal yg tlah terjadi
dan membuat mereka ,
menjadi dewasa..
tangisan , yg kini keluar
tanda bahagia atas
kelulusan ini..
juga , tanda terima kasih
untukmu sahabat
soro give me five
SOLO !!!
Sahabat , Ku s'lalu
percaya
Hari esok nanti
Pasti kan gemilang lagi
Maka , kelulusan ini bukan
sebuah akhir,
Namun awal baru..
Sahabat , Perpisahan ini
juga bukan akhir , dari
pertemuan kita..
Pasti kita kan berjumpa
lagi suatu hari
soro give me five !
------
(2) 桜の栞 / Sakura no Shiori / Pembatas Buku Sakura - AKB48
Angin lembut musim semi
Darimana berhembus
Jalan yang biasa kulewati 'Tlah mulai berganti warna
Kebahagian dan kesedihan
Berlalu bersama musim
Aku mulai melangkah
Pada jalan yang baru
Helai bunga sakura
Penanda perpisahan
Disaat tangan melambai-lambai
Teringat wajah teman-teman
Helai bunga sakura
Penanda air mata
Supaya waktu berharga ini
Sampai kapanpun
Tak akan terlupakan
Bila menatap ke langit
Aku menjadi tahu
Panjang jalan yang luasnya
Berlanjut jauh tiada berbatas
Hari cerah pun, hari hujan pun
Esok pasti akan datang
Lalu sambil tersenyum
Ayunkan satu langkah
Helai bunga sakura
Penanda masa depan
Agar impian yang pernah terlihat
Dapat kita ingat kembali
Helai bunga sakura
Penanda harapan
Dari pada menyerah percuma
Mari kita membuka lembaran baru
Helai bunga sakura
Penanda dari hati
Cahaya masa muda berkilau
Menembus daun menyilaukan
Helai bunga sakura
Penanda hari itu
Semua orang tak akan lupa
Mimpi yang telah
Mekar dengan sempurna
-------
(3)
桜の花びらたち / Sakura no hanabira tachi / Kelopak bunga Sakura - AKB48 (in Bahasa)
Di dekat salah satu jendela
tergantung sebuah kalendar
menandakan waktu yang masih
tersisa.
Di dalam kelas kulihat semua teman-teman sekelasku,
entah mengapa mereka, terlihat
dewasa.
Dengan masa depan masing-masing, kita memulai perjalanan kita.
Dan di punggung kita
terkembang sayap harapan.
Setiap kali bunga sakura
bermekaran,
di suatu tempat lonceng harapan
pun bergema.
selalu percaya hari esok,
kita melangkah dengan berani.
setiap kali bunga sakura
bermekaran,
di suatu tempat seseorang tengah berdoa,
untuk datangnya hari esok
yang kita gapai dengan usaha kita sendiri.
ada kalanya kita bertengkar dan menangis bersama,
namun sekarang kurindu semua itu.
di saat suka maupun duka kita tlah lalui bersama.
di setiap saatnya ku tak pernah
sendiri.
di dalam foto kelulusan kita,
Kutunjukan senyumanku.
namun di saat musim berganti,
sayonara....
setiap kali air mata menetes keluar,
ku terus berjalan dan
membiarkannya berjatuhan.
kutarik napasku dalam-dalam
dan melihat ke langit yang biru.
setiap kali air mata menetes keluar,
mengingatkanku akan setiap memori terindah.
dan juga impian di depan mataku
dan bersama kita pasti bisa
menggapainya..
setiap kali bunga sakura
bermekaran,
di suatu tempat lonceng harapan
pun bergema.
selalu percaya hari esok..
kita melangkah dengan berani..
setiap kali bunga sakura
bermekaran,
di suatu tempat seseorang tengah berdoa,
untuk datangnya hari esok
yang kita gapai dengan usaha kita sendiri..
setiap kali air mata menetes keluar,
ku terus berjalan dan
membiarkannya berjatuhan.
kutarik napasku dalam-dalam
dan melihat ke langit yang biru ..
setiap kali air mata menetes keluar,
mengingatkanku akan setiap memori terindah
dan juga impian di depan mataku
dan bersama kita pasti bisa
menggapainya...






